WOW, PRIA INI MEMINANG KEKASIHNYA HANYA DENGAN SECANGKIR KOPI, BEGINILAH KISAHNYA

Cinta tak mengenal logika memang sangat pas untuk pasangan yang satu ini. Kebanyakan mahar nikah adalah barang-barang mahal seperti perhiasan, uang maupun seperangkat alat sholat.

Namun bagaimana jadinya jika mahar sang pengantin ini hanya secangkir kopi?

Seperti yang kami kutip dari kompas, peristiwa langka ini benar-benar terjadi di daerah Banyuwangi - Jawa Timur. Pernikahan antara Wastiti Putri SW (30) dan Angga Yudistira (33) ini terbilang unik. Pasalnya, mahar yang diberikan pengantin pria kepada sang wanita hanyalah secangkir kopi.

Sebelum akad nikah dimulai, sang pengantin pria meracik sendiri kopi Arabica campuran Gayo dan Ijen Raung dengan gaya cold brew.

Selanjutnya, setelah akad nikah diucapkan, Angga langsung  memberikan secangkir kopi racikannya. Setelah itu kopi langsung  diteguk habis oleh Wastiti Putri, sang pujaan hati.

“Perfect,” ucap Angga disambut tepuk tangan meriah tamu undangan.

Saat dikonfirmasi, Putri mengaku kalau dia tidak meminta mahar yang seperti pengantin lainnya. Dia hanya meminta secangkir kopi karena mereka berdua memang senang minum kopi bersama.

“Selain itu, kalau diminum kan kopinya jadi satu dengan tubuh. Harapannya ya tidak bisa terpisah sampai tua dan di surga,” katanya.

Sedangkan menurut pengantin pria, kopi memiliki filosofi tersendiri. Kopi yang terasa pahit mempunyai makna kesederhanaan dan warna hitam mempunyai makna kejujuran.

“Walaupun rasanya pahit, kopi masih ada rasa manisnya kok. Warnanya juga hitam lambang kejujuran. Harapannya nanti pahit manisnya pernikahan kami akan kami nikmati, juga jujur layaknya kopi,” ucap Angga.

Sementar itu Kepala KUA, Mustain Hakim sangat terkejut melihat niat mempelai pria yang akan memberikan mahar berupa secangkir kopi.

WOW, PRIA INI MEMINANG KEKASIHNYA HANYA DENGAN SECANGKIR KOPI, BEGINILAH KISAHNYA


“Saya sempat merayu untuk menambahkan barang lain, tetapi pengantin tidak mau. Ya sudah tidak apa-apa. Mask@win dengan membaca Al Quran saja bisa. Yang penting adalah maknanya. Sudah 15 tahun menjadi penghulu dan menikahkan 5.000 lebih pasangan, baru kali ini yang pakai mahar secangkir kopi. Semoga bahagia untuk kedua mempelai,” tuturnya.